Pelatih Milo Diistirahatkan Manajemen Madura United

Spread the love

Pelatih Madura United FC Milomer Selsija.
Foto Goal.com

Pamekasan (Radioralitafm.com) – Manajer Madura United Haruna Soemitro menyatakan pelatih kepala, Milomir Selsija telah diistirahatkan dari kepalatihan Laskar Sape Kerrab untuk waktu yang tidak ditentukan.

Milo distirahatkan, usai Madura United mengalami hasil buruk di3 laga terakhir secara beruntun pada kompetisi liga 1 musim 2018.

“Mulai hari ini Milo ¬†istirahat sementara, karena mungkin perlu konsentrasi lagi untuk bertemu keluarganya yang baru datang dari Bosnia. Kebetulan di tiga pertandingan hasil mengecewakan, dua kali kalah dan sekali draw dengan jumlah skor besar,” kata Manajer Madura United FC Haruna Sumitro, Jum’at (1/6/2018) sore seperti dilancir beritajatim.com.

Menurut Haruna, timnya yang diasuh Milomir Seslija juga sangat mengkhawatirkan di tangga klasemen. Sebab mereka justru terpental dari posisi tiga besar klasemen sementara kompetisi tertinggi sepakbola tanah air.

“Kalau lihat klasemen kita cukup nervos, karena target kita papan atas sekarang terlempar ke peringkat lima dengan agregat gol justru minus dan tidak masuk akal,” ungkapnya.

“Karena itu untuk membuat suasana kembali menggairahkan pemain, sementara Milo kita istirahatkan dan ia (Milo) tetap dalam kontrak kita. Kita lihat evaluasi dalam dua tiga pertandingan (lanjutan Liga 1) kedepan,” sambung Haruna.

Guna mengisi posisi kosong yang ditempati Milo, pihak manajemen mengangkat karateker yang notabene asisten pelatih Djoko Susilo. “Kita tunjuk karateker sementara, asisten Djoko Susilo dan Winedy dan tetap dengan jajaran pelatih yang lain,” jelasnya.

“Ada beberapa kemungkinan, kita bisa tetap melanjutkan kontrak dengan Milo melalui penegasan job discreption, bisa langsung remove dan ganti dengan pelatih baru dan bisa juga dengan kombinasi dan menemlatkan Milo sebagai penasihat teknis dan lainnya,” pungkasnya.

Saat ini Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan harus puas di posisi lima klasemen dengan raihan 17 poin dari 11 laga yang dijalani. Bahkan surplus gol mereka juga tercatat minus 2 gol (18 memasukkan dan 20 kemasukan), dengan rentetan hasil 7 poin dari lima pertandingan selama Mei 2018.

Memang raihan poin mereka menyamai torehan Persela Lamongan dalam 11 laga yang dijalani, yakni 17 poin. Namun Laskar Joko Tingkir unggul agregat gol dari skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu, sekaligus hanya tertinggal 1 poin dari Persipura Jayapura di posisi tiga klasemen.

Sementara posisi puncak dan runner up klasemen ditempati Barito Putera dan PSM Makassar, keduanya sama-sama mengoleksi sebanyak 20 poin dari 11 laga yang dijalani atau hanya unggul 3 poin dari Madura United FC. Sedangkan posisi zona merah ditempati tiga tim berbeda, yakni PS Tira (13), PSIS Semarang. (BERIT/ARIFIN/REDAKSI)