Gangguan Listrik Akibat Layangan Capai 80 %, PLN Area Pamekasan Himbau Masyarakat Ikut Menjaganya

Spread the love

Ilustrasi anak-anak Bermain Layangan di dekat aliran Listrik yang akhirnya mengenai jaringan dan meledak

Pamekasan (Radioralitafm.com) – PLN Wilayah Madura Area Pamekasan, terus berupaya untuk memelihara kondisi aliran listrik, terutama di musim kemarau ini. Sebab, sering terjadi gangguan yang menyebabkan padam disejumlah lokasi. Bahkan berdasarkan temuan Petugas PLN, 40 Persen penyebab Padam di Wilayah Madura disebabkan layang-layang, sementara di Kabupaten Pamekasan, penyebab padam mendominasi 80 persen.

Manajer PT.PLN Area Pamekasan, Puguh Prijandoko melalui Asisten Manajer Jaringan PLN Area Pamekasan, Faris Fitri Anto menyampaikan, setidaknya ada 23 Feeder (Penyulang) yang disuplai untuk wilayah kabupaten Pamekasan, diantara penyebab gangguan, selain pepohonan yang kurang bersih, namun di musim kemarau ini, gangguan yang tertinggi disebabkan layang-layang.

“Kami telah berupaya melakukan perkuatan jaringan dengan mengganti konduktor atau pengantar listrik yang berisolasi, namun tidak sebanyak kondisi saat in, sebanyak layang-layang  yang ada di udara,” Terang Faris Fitri Anto saat dikonfirmasi per Telpon Ralita FM, Rabu (13/06/2018).

lebih lanjut ia menjelaskan, setidaknya telah tercatat 9 kali gangguan akibat layang-layang untuk bulan Mei. “sementara untuk bulan Juni hingga tadi malam, telah terjadi 4 kali gangguan karena layang-layang, seperti di Sumadengan Pademawu, Pegantenan, Sokobanah dan Galis,” katanya.

tentu, menurutnya, ketika padam aliran listrik akibat layangan, itu pasti akan mengenai jaringan listrik mengengah milik PLN. “bahkan akan terjadi ledakan disitu (konsleting) pada tegangan menengah kita sebesar 20 ribu kilovoll, bisa dibayangkan  jika terjadi konsleting di rumah kita misalkan 20 voll saja, percikan apinya lumayan besar bahkan bisa mengakibatkan kebakaran, apalagi sebesar 20 ribu, sehingga beberapa peralatan listrik kita bisa menjadi rusak,” imbuhnya, mencontohkan.

Bahkan, apabila terjadi kerusakan akibat layang-layang, sekali mengganti bisa mencapai 40-50 juta. Jadi pihaknya sangat menyayangkan bila harus terjadi padam akibat listrik hingga berakibat pada kerusakkan peralatan listrik.

mengimbau agar masyarakat sama-sama menjaga agar anaknya tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik yang berpotensi mengalami gangguan, apalagi juga dapat beresiko terhadap keselamatan dirinya dan orang lain.

“jadi alangkah baiknya, kita sama-sama menjaga serta penikmat listrik juga ikut serta menjaga aset agar perkuatan jaringan listrik tetap terjaga bila terjadi gangguan, kami mengimbau kepada masyarakat agar sama-sama menjaga putra-putrinya untuk tidak bermain layangnan di lokasi dekat aliran listrik, karena itu juga sangat membahayan keselamatan diri dan orang lain,” terang Faris mengimbau.

Faris menambahkan, berdasarkan undang-undang Kelistrikan nomor 30 tahun 2009 kegiatan apapun yang dapat mengganggu aliran listrik dapat disangsi dengan pidana dan denda, namun pihaknya tetap melalukan upaya persuasive dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, pemasangan spanduk himbauan dan patroli rutin ke titik-titik lokasi yang sering ditempati bermain layangan dan berpotensi mengganggu aliran listrik. (Arifin/Redaksi)