Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup, Untuk Pemain Pengeroyok Jurnalis

Spread the love

PAMEKASAN, RALITA-Aksi solidaritas yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Kamis,(05/07). Rupanya tidak hanya meminta penegak hukum, untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan kepada Jurnalis Jember saja.  Melainkan juga meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI),  agar memberikan sanksi larangan bermain sepakbola  se-umur hidup.

Sanksi tegas yang harus diberikan kepada pemain Sepakbola Sindo Dharaka tersebut terang Esa Arif Koordinator Aksi solidarita PWI Pamekasan untuk Jurnalis Jember, layak diberikan, karena pemain Klub Sepakbola Sindo Dharaka, sudah meng-halang-halangi tugas jurnalis. Selain kepada pemain, Esa  juga meminta induk sepakbola Indonesia yakni PSSI, juga memberikan sanksi tegas kepada Klub Sindo Dharaka.

“Kami meminta PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada pemain Sindo Dharaka, yang sudah melakukan Penganiayaan dan pengeroyokan kepada Oryza Ardiansyah salah satu wartawan online di Kabupaten Jember, yang menjadi korban penganiyaan,” Ungkapnya.

Ketua PWI Pamekasan Abdul Aziz kepada sejumlah wartawan mengatakan, aksi solidaritas tersebut, sebagai bentuk kekecewaan terhadap oknom pemain Sindo Dharaka, yang sudah mengeroyok wartawan, saat mengambil gambar kericuhan antara pemain dan wasit, yang terjadi di  pinggir Stadion Jember Sport Garden.

Ada dua tuntutan yang disampaikan Abdul Aziz dalam aksi solidaritas tersebut, diantaranya meminta apara penegak hukum  untuk mengusut tuntas aksi kekerasan kepada wartawan tersebut dan meminta PSSI untuk memberikan sanksi kepada pemain dan Club Sindo Dharaka.

Pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (4/7/2018) sore, di Stadion Jember Sport Garden. Kala itu pertandingan liga tiga berlangsung, antara  klub Sindo Dharaka versus Persid yang berakhir dengan skor 1-1.

Akibat Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh pemain sepak bola Sindo Dharaka membuat Oryza mengalami luka memar di beberapa bagian diantaranya di kaki, bagian rusuk dan kepala beberapa temannya yang melihat kejadian ini langsung membawanya ke Puskesmas Jember Kidul Kecamatan Kaliwates untuk mendapatkan perawatan.(afa/redaksi)