Sosok Almarhum Bang Thallib, Usia Senja Semangat Muda

Spread the love

Pamekasan, RALITA- Bagi warga Kabupaten Pamekasan, siapa yang tidak mengenal sosok Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib, legendaris penyiar Radio Pamekasan..

Bang Tallib saat diwawancarai Syamsul Arifin reporter beritajatim.com menceritakan, dirinya menjadi penyiar radio sejak tahun 1964. Atau kurang lebih 54 tahun silam. Sebelum menjadi penyiar Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) atau yang kini menjadi radio ralita FM, Bang Thallib muda, saat itu sempat menjadi Radio Hansip, Radio Amatir Megaria, Radio Amatir RCPD dan sejumlah radio amatir lainya di Madura.

BANG TALLIB

Dalam ceritanya, Pria kelahiran Pamekasan 24 April 1943 tersebut, kepopuleran pria berkumis yang dikaruniai 6 putera, 10 cucu dan 1 cicit tersebut. Cenderung hanya dikenal dari suaranya yang membuat pendengar terkesima dengan kelekar yang penuh wibawa.

Bahkan tidak jarang, saat para fans bertemu langsung dengannya. Justru melihat kaget karena suara khas Bang Thallib, tidak terlihat seperti orang yang memiliki kondisi badan tinggi besar sesuai dengan suaranya yang lantang dan khas dengan konten bahasa Madura.

Bang Thallib di radio ralita Fm, biasa mengawal program ‘Sae Salera’. Program ini, merupakan program khusus hiburan, menggunakan bahasa Madura, dalam menyapa penggemarnya. Jam tayang program ini, dimulai pukul 20.00 hingga pukul 22.00.

Sosok Almarhum Bang Thalib di kantornya dikenal Humoris. Sujono, salah satu karyawan Ralita Fm mengatakan, sekalipun usia Bang Thalib sudah memasuki usia senja. Namun, kata Sujono sosok Almarhum Bang Thalib, selama menjalankan tugas, memiliki semangat yang tinggi, dan semangat muda.

Bahkan kata Sujono, Almarhum Bang Thalib dikenal sebagai penyiar yang disiplin didalam menjalankan tugas. Sekalipun, jadwal siaranya pada malam hari, Almarhum Bang Thalib, selalu berpakaian jelana dan rapi, layaknya masuk kantor di pagi hari.

“Dia biasanya datang ke kantor 30 menit sebelum jadwal siaran. Orangnya memiliki semangat yang tinggi, layaknya anak muda. Termasuk pula, cara berpakaian ke kantor, sangat rapi sekali, layaknya masuk kantor di pagi hari. Padahal, siaranya di malam hari,”pungkasnya.

Kini penyiar legendaris itu, meninggal dunia di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya pada pukul 05.00 Wib. Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib meningal dunia pada usia ke 74 tahun.

Maimunah Putri Kedua (almarhum) menyampaikan, Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib meninggal dunia, setelah sebelumnya kecelakaan dan dirawat di Rumah Dr. Slamet Martodirjo Pamekasan dan dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, pada Rabu,(19/09/2018).

Masih menurut Maimunah, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, almarhum Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib, mengalami gegar otak. Sehingga, harus dilakukan operasi dibagian kepala dan leher.

“Jadi almarhum itu mengalami kecelakaan sama-sama sepeda motor, dan dibawa ke rumah saya, dalam keadaan tidak sadar. Lalu kami bawa ke rumah sakit Dr. Slamet Martodirjo Pamekasan. Dan karena tetap tidak sadar, akhirnya tim dokter meminta kepada kami (keluarga-red), untuk dirujuk kerumah sakit Dr. Soetomo Surabaya,” ungkapnya.

Maimunah menambahkan, almarhum Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib meninggalkan empat anak. Masing-masing Siti Aminah, Maimunah, Subaidah, dan Fathorrahman.

Dalam kesempatan itu, Maimunah meminta kepada seluruh masyarakat Pamekasan, untuk memaaafkan seluruh kekhilafan Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib, selama hidup dan ber-interaksi dengan masyarakat. Termasuk juga kepada para fansnya radionya, dirinya juga meminta maaf.

“Mohon dimaafatkan ayah saya, selama ber-interaksi dengan masyarakat Pamekasan. Mohon maaf lahir bathin. Dan memohon untuk selalu didoa’kan ayah saya,”ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, Jenazah saat ini masih berada di Dr. Soetomo Surabaya. Dan pihak keluarga masih mengurus kepulangan jenazah Almarhum Aminullah atau dikenal dengan Bang Tallib.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Jenazah akan di kebumikan pada pukul 15.00 Wib (Ba’da Ashar). Di tempat pemakaman umum Gherre Manjheng. Rumah duka yakni Jalan Parteker Gang 1, Keluarahan Parteker Kecamatan Pamekasanl.(@fa-redaksi)