BPBD Pamekasan Belum Terima Laporan Korban Gempa

Spread the love

PAMEKASAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, hingga Kamis siang,(11/10), belum menerima laporan, adanya masyarakat Pamekasan, yang menjadi korban gempa magnitudo 6,4 Situbondo, pada pukul 01:44:57 Wib.

Kepada radioralitafm.com. tim reaksi cepat BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengaku sudah melakukan koordinasi dengan seluruh Kecamatan di Pamekasan, untuk memberikan laporan adanya korban gempa bumi tersebut. Namun, hingga Kamis siang, belum ada laporan korban gempa.

“Ada informasi rumah retak akibat korban gempa. Namun, informasi ini belum valid, dan kami akan melakukan kroscek terhadap kebenaran informasi tersebut. Sementara ini, belum ada laporan akibat gempa bumi. Baik korban jiwa ataupun materi,”ungkapnya.

Budi Cahyono menambahkan, dirinya akan selalu berkoordinasi dengan Badan Meterologi Klimatogi Geofisika(BMGK) maritim perak Surabaya, untuk mengetahui perkembangan kemungkinan terjadinya gempa bumi di Pamekasan.

Namun dirinya meminta kepada masyarakat Pamekasan, untuk tetap waspada dan bergerak cepat, apabila terjadi gempa. Serta menghindar berada di bawah atap rumah atau didekat pepohonan.

Seperti yang diketahui, gempa dengan kekuatan 6,4 magnitudo dengan pusat gempa yang berada di kilometer 61 timur laut Situbondo, Jawa Timur, menyebabkan kepanikan warga di berbagai wilayah di Madura.

Gempa yang terjadi pukul 01:44:57 WIB pada Kamis (11/10/2018) itu juga dirasakan di berbagai wilayah, yakni yakni Denpasar, Karangkates,Gianyar, Lombok Barat, Mataram dan Pandaan. Berdasarkan keterangan resmi dari BMKG, gempa tersebut berada di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa dengan kekuatan 6,4 magnitudo pusat gempa yang berada di kilometer 61 timur laut Situbondo, Jawa Timur, menyebabkan 3 warga Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia.

Gempa yang terjadi pukul 01:44:57 WIB pada Kamis (11/10/2018) juga dirasakan di berbagai wilayah, yakni yakni Denpasar, Karangkates,Gianyar, Lombok Barat, Mataram dan Pandaan itu juga menyebabkan sejumlah rumah rusak parah.(@fa-redaksi).