Sukses Kembangkan Pertanian, Bripka Andry Dapat Penghargaan Dari Bupati Pamekasan

Spread the love

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e menyerahkan piagam penghargaan kepada Bripka Andry Eko Setiawan di Halaman kantor Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Kamis (17/01)

Pamekasan (Radioralitafm.com) – Bripka Andry Eko Setiawan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Bupati Pamekasan Madura Jawa Timur, Baddrut Tamam. Pasalnya, Babhinkamtibmas Desa Bangkes Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan ini  diberi piagam penghargaan  atas prestasinya dalam mengembangkan sektor pertanian budidaya bawang merah di desa itu.

Piagam Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e di depan halaman Kantor Bupati dan Wakil Bupati, (17/01/2019) Kamis Pagi usai melaksanakan apel upacara rutin setiap tanggal 17-an.

“Penghargaan ini diberikan kepada Bripka Andry sebagai atensi pemerintah terhadap polisi di Republik Indonesia, dalam hal ini dia (Bripka Andry) sukses menjadi motivator bagi masyarakat Pamekasan dan seluruh ASN bahwa  dia memberikan contoh yang luar biasa,” katanya.

Dikatakan, banyak orang menganggap seringkali pekerjaan sebagai seorang petani itu, merupakan pekerjaan yang sangat rendah. Tetapi bagi dia, meski menjadi seorang polisi tetapi masih mengembangkan budidaya pertanian. Sebab, kata Wabup Raja’e, Bripka Andry menyadari bahwa yang mendongkrak PDRB Kabupaten Pamekasan berasal dari pertanian sebesar 37 persen.

“Saya berharap ini menjadi motivasi bagi masyarakat Pamekasan dan seluruh ASN agar juga menjadikan sektor pertanian yang akan terus dikembangkan untuk lebih baik lagi.  “Apalagi sektor pertanian ini merupakan warisan dari nenek moyang kita, oleh karena itu, ayo kembali lagi ke bumi, karena kita berasal dari bumi, dan kita harus menfaatkan hasil dari pada bumi ini,” ungkapnya.

Sementara, Bripka Andry Eko Setiawan, menuturkan, pengembangan tanaman bawang merah itu bermula dari keputus asaan masyarakat setempat yang selama 3 tahun terakhir gagal panen. Namun, dengan berbekal pengetahuan yang cukup, ia akhirnya memotivasi agar masyarakat mau kembali bercocok tanam bawang merah tersebut.

‘Saya pribadi merasa terbangun untuk memotivasi kembali untuk mengembangkan budidaya bawang merah, kami sering berdua dengan petani saling tukar pengetahuan antara ilmu dari petani dan ilmu yang saya dapatkan. Alhamdulillah, tiga tahun sebelumnya yang mengalami kegagalan, akhirnya berhasil dan melimpah. Dari awalnya bibit yang hanya 90 kilo akhirnya mencapai kurang lebih satu ton sekali panen dalam 60 hari tanam,” tuturnya menceritakan.

Percobaan tersebut, kata Bripka Andry tidak berlangsung mulus, sebab 20 hari pertama sempat terserang hama atau penyakit. Namun, atas kerjasama yang baik antara dirinya dengan si petani, akhirnya hama tersebut bisa dicarikan solusi.

Menurut pria kelahiran Galis Pamekasan ini, dirinya tidak sama sekali memiliki basic dalam bidang pertanian. namun keberhasilan itu atas dasar kolaborasi ilmu pengetahuan literasi yang ia dapatkan dengan pengetahuan para petani, budidaya tanam bawang merah itu berhasil dengan baik.

Namun demikian, dirinya bersama petani benar-benar menjaga keberlangsungan tanaman bawang itu. Setiap hari harus dikontrol guna memastikan kondisi tanaman tidak terserang hama. “Selain disiram setiap hari 2 kali sehari, kami kontrol juga kawatir terserang hama. Sebab, jika terserang hama bisa gagal,” imbuhnya menambahkan.

Selanjutnya, Bripka Andry bersama warga desa Bangkes siap menularkan ilmunya terhadap desa yang lain asalkan ada yang berminat untuk mengembangkan budidaya bawang merah.

“Untuk Desa lain saya bersama warga desa bangkes siap menularkan ilmunya bila ada yang berminat mengembangkan bawang merah ini,” jelasnya. (ARIFIN)