Ada OPD dan Organisasi Vertikal, Abai Perintah Bupati Baddrut Soal Perijinan

Spread the love

(radioralita.com)- Sekalipun Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, sudah mewanti-wanti kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Pamekasan, yang menangani pelayanan, untuk membuka oulet dan memberikan pelayanan di Mall Pelayanan Publik Pamekasan. Namun, tidak semua OPD mematuhinya.

Akibatnya masyarakat mengeluhkan adanya meja pelayanan di Mall Pelayanan Publik dibiarkan kosong atau buka-tutup pelayanan. Sehingga, masyarakat harus mengurus pelayanan di kantor dinas, bukan di MPP. Selain itu, ada pula pemberi layanan di MPP, meminta masyarakat untuk mengurus ke kantor langsung. Sementara, di MPP hanya melayani informasi, tidak melayani proses administrasi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. Padahal, saat lauching MPP, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan, seluruh pelayanan di Pamekasan, harus diproses di MPP, tidak perlu datang kantor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Agus Moelyadi meminta maaf kepada masyarakat, dengan masih adanya pelayanan di MPP yang mejanya kosong, ataupun buka-tutup pelayanan hingga mengharuskan masyarakat memproses pelayananya di kantor, tidak MPP.

Agus membenarkan adanya OPD ataupun organisasi vertikal yang sudah menyatakan siap memberikan pelayanan di MPP, mejanya ditinggalkan kosong. Sehingga, masyarakat yang mengurus ijin, harus mengurus ke kantornya.

Bupati Baddrut dan Wakil Bupati Raje’e saat melihat langsung proses pemberian layanan di MPP.

“Ada satu sampai dua OPD yang kursinya masih kosong. Sehingga, masyarakat saat hendak mengurus ijin, harus datang ke kantornya. Kami minta maaf hal itu, dan saya sudah menyampaikan kepada pimpinan OPD, agar segera memberikan pelayanan di MPP,”ungkapnya.

Agus juga mengakui, ada beberapa OPD yang sedianya memberikan pelayanan di MPP, sering tutup pelayanan. Termasuk pula, ada kantor vervital yang hanya sekedar memberikan pelayanan informasi saja, sementara untuk mengurusnya, harus ke kantornya. Padahal menurutnya, semua pemberi layanan di MPP, sudah sepakat memberikan pelayanan di MPP, tidak di kantor.

Bahkan terang Agus, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memberikan deadline kepada OPD yang masih abai akan pelayanan perijinan tersebut, hingga akhir maret 2019 ini. Dirinya tidak tahu, sanksi yang akan diberikan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, apabila masih ada OPD yang enggan memberikan pelayanan perijinan di MPP.

“Bapak Bupati Baddrut Tamam, memberikan deadline hingga akhir maret 2019 ini. Untuk itu saya memohon kepada OPD dan organisasi vertikal yang sudah sepakat memberikan pelayanan di MPP, untuk segera ber-aktivitas di MPP, tidak di kantor dinas,”ungkapya.

Sebelumnya Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mewarning pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Pamekasan, apabila tidak mencapai target dalam melakukan programnya maka harus keluar (Out).