Update Corona per 28 Maret: Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 1.155 Orang

Spread the love
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/3). (Foto Ist: Humas/Jay).

Radioralitafm.com – Juru bicara pemerintah penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu, 28 Maret 2020 bertambah sebanyak 109 kasus.

“Oleh karena itu, total keseluruhan pasien Covid-19 karena virus corona di Indonesia menjadi 1.155 orang.” kata Achmad Yurianto dilansir dari Liputan6.com.

Jumlah pasien positif Covid-19 karena virus Corona di Indonesia naik signifikan. Juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, ini artinya, masih ada kasus positif Covid-19 yang ada di tengah masyarakat dan belum terdeteksi oleh pemerintah. 

Kedua, lanjut dia, masih ada kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 dan belum terdeteksi itu, sehingga terjadi penularan.

“Ini menggambarkan masih ada penularan penyakit ini di tengah masyarakat kita. Masih ada sumber penyakitnya dan kontak dekat yang terjadi, sehingga total kasus menjadi 1.046,” ujar Yuri, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat kemarin.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk memutuskan rantai penularan infeksi virus Corona. Selain, pemerintah juga akan berusaha menemukan kasus-kasus positif di masyarakat melalui penelusuran kontak kasus positif yang sudah dirawat dan juga rapid test.

“Ini lakukan bersama-sama dengan masyarakat untuk bisa cepat menemukan dan melakukan isolasi,” kata Yuri.

Yang penting, lanjut dia, masyarakat harus menjaga jarak pada kontak sosial, baik di rumah maupun di luar rumah. Misalkan, dengan memperhatikan jarak dengan orang lain saat bersosialisasi. Jarak yang dianjurkan 1,5 meter. Jika tidak, virus Corona dapat menular.

Selain itu, masyarakat harus rajin mencuci tangan. Sebab, penularan bisa terjadi dengan kontak tidak langsung. Misal dengan memegang barang bersama di fasilitas publik yang sudah dipegang oleh orang yang positif Covid-19.

“Yang menjadi keprihatinan kita sekarang, masih banyak masyarakat yang tidak memperhatikan hal ini,” ucap Yuri. (liputan6.com/Arifin)