Bupati Pamekasan Tegaskan Pejabat tidak QR Code Dilarang Masuk saat MTQ XXIX

Spread the love
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memimpin rapat persiapan MTQ ke – 29 (ist: Diskominfo)

Radioralitafm.com, Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kembali menggelar rapat persiapan pelaksanaan musabaqoh tilawatil qur’an (MTQ) ke XXIX tingkat provinsi Jatim di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (27/10/2021) sore.

Rapat untuk mematangkan persiapan event besar ini dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dan event organizer (EO), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Jawa Timur, serta Kemenag Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan arahan pada rapat itu menyampaikan, pelaksanaan MTQ XXIX Jawa Timur yang dimulai tanggal 2 sampai 11 November tersebut harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 secara ketat demi menjaga kesehatan bersama.

Menurutnya, MTQ tingkat provinsi ini berbeda dengan MTQ sebelumnya akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Padahal, penantian Kabupaten Pamekasan untuk menjadi tuan rumah event bergensi ini cukup panjang.

“MTQ XXIX Jawa Timur yang diletakkan di Kabupaten Pamekasan ini sungguh berbeda dengan sebelumnya karena pandemi. MTQ pandemi ya seperti ini, MTQ tahun 1971 di Pamekasan, nunggunya 50 tahun, ketika ditunggu pas pandemi,” katanya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini mengatakan, pihaknya telah berusaha maksimal agar pelaksanaan MTQ, mulai pembukaan, pelaksanaan lomba hingga penutupan berjalan tanpa kendala. Terutama penerapan prokes yang harus menjadi perhatian bersama.

“Pemerintahan di sini bekerja ekstra, pak dinas kesehatan, BPBD beserta yang lainnya bekerja ekstra untuk memastikan masing-masing venue, pembukaan dan penutupan wajib QR Code vaksinasi Covid-19. Yang tidak QR code kasarannya mau kepala dinas dimana wes tidak boleh masuk, tidak bisa,” tegas bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut.

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur ini mengungkapkan, pengetatan prokes ini untuk mengantisipasi terjadinya dampak negatif atas pelaksanaan MTQ tersebut. Oleh karena itu, prokes harus benar- benar terealisasi dengan baik di lapangan selama event berlangsung.

“Karena pandemi, ketat di pelaksanaan itu lebih baik dari pada nanti dampaknya lebih besar dari itu. Termasuk pengaturan jalan yang dilewati oleh peserta harus benar-benar taat prokes,” tandasnya.

Selain itu, bupati juga menginstrusikan kepada jajarannya untuk memastikan kedatangan kepala daerah dari 37 kabupaten/kota pada saat pembukaan atau penutupan MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Timur guna memberikan pelayanan terbaik kepada mereka.

“Pastikan juga mulai sekarang, bupati atau wali kota mana saja yang mau hadir, kalau tidak hadir diwakilkan ke siapa? Kalaupun nginep, nginepnya kita siapkan dimana? Itu sudah pasti semua, kenapa harus pasti begini, karena sedari awal kita punya semangat bahwa oleh-oleh itu bukan hanya sovenir, tapi cerita kebaikan dari Pamekasan, keramahan dan lain-lain,” pungkasnya. (Rls diskominfo)