Disperindag Pamekasan Bersama Bea Cukai Madura Terus Gencarkan Sosialisasi Perundang – Undangan Bidang Cukai

Spread the love

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama bea cukai terus gencarkan sosialisasi perundang-undangan bidang cukai kepada masyarakat yang membuka toko kelontongan, para ikm serta kepada pedagang yang berjualan di pasar. kegiatantersebut di gelar di hotel odaita pamekasan, senin kemarin.
Sunawan selaku Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Madura menjelaskan tentang Cukai dan bahaya rokok ilegal. ia juga mengimbau agar tidak menjual, menyebarluaskan, maupun mengkonsumsi rokok ilegal. sebab, selain tidak ada manfaat dari penerimaan, juga tidak baik untuk kesehatan, sebab, takaran nicotin dan tarnya belum teruji.
Sosialisasi tersebut masih gencar dilakukan, sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cukai, ciri rokok ilegal, dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau.
Sunawan menjelaskan, sanksi pelanggaran di bidang cukai dan cara mengenali rokok ilegal. masyarakat juga di imbau agar tidak terlibat dengan industri rokoki ilegal baik proses pembuatan, konsumen, dan penyebaran rokoknya.
Sementara, Henri Setiawan pelaksana dan pemeriksa Bea Cukai Madura menuturkan, jenis cukai rokok yang ada di madura terdapat 2 macam, yakni cukai SKT dan SKM. SKT adalah sigaret kretek tangan, sedangkan SKM adalah sigaret kretek mesin.
Terdapat perbedaan cukai SKT dan SKM, untuk bentuk cukai yang panjang, penempelannya dari atas kebawah atau dari kanan hingga kekiri di atas kemasan, merupakan cukai untuk jenis SKT. sedangkan yang bentuk cukainya pendek adalah untuk cukai SKM.
Ia menyampaikan, desain pita cukai pada setiap tahunnya pasti berubah. serta terdapat sanksi pidana bagi pelanggar, yakni akan dikenakan hukuman paling lambat 1 tahun dan paling lama 8 tahun. (Liq)