Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pamekasan Mulai Landai, Aktivitas Seniman Kembali Bangkit

Spread the love

Ilustrasi Foto Kesenian Musik Pamekasan (Pixabay)

Ralita FM – Pembatasan kegiatan sosial yang disebabkan munculnya pandemi Covid-19 sangat berdampak besar bagi seluruh masyarakat, salah satunya pada aktivitas seni seperti para musisi dan seniman. Pembatasan tersebut juga mengurangi secara drastis forum-forum kesenian bermutu yang selama ini dinanti, namun juga membuat gejolak lain tentang polemik nasib hidup seniman.
Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2-4 Jawa-Bali disebutkan resepsi pernikahan dapat diadakan pada wilayah PPKM level 2 dan 3. Sementara untuk PPKM level 4 ditiadakan.

Kebijakan tersebut disambut baik oleh para seniman maupun musisi di seluruh Kabupaten Pamekasan. Salah satunya oleh Andy Subhan Jamil, pemilik Group Orkes Kendedes Music.
Andy menyebut kebijakan pemerintah memperbolehkan masyarakat menggelar pesta pernikahan pada wilayah PPKM level 2 dan 3 sangat berdampak pada kegiatan atau job musisi di Kabupaten Pamekasan.
“Alhamdulillah meski kegiatan masyarakat untuk saat ini masih terbatas, namun kita bisa bernafas lega karena kami bisa main lagi” ucap Andy kepada media di Pamekasan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seniman serta musisi mulai menggeliat kembali dan ekosistem seni dapat tetap produktif di tengah sekat pandemi saat ini.
Pemilik Studio Music Kendedes Production itu juga menyampaikan, bahwa selama kurang lebih dua tahun para musisi dan artis di Kabupaten Pamekasan gigit jari, sebab hampir tidak ada undangan main atau tanggapan mantenan. Sedangkan kehidupan perekonomian mereka rata-rata menggantungkan hidupnya dari manggung. (Liq)