Antisipasi Lonjakan Kasus Covid 19 Libur Nataru 2022, RSUD Smart Siapkan Diri Sejak Awal

Spread the love
Ketua Satgas Penanganan Pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat saat ditemui reporter Ralita FM di ruang ICU isolasi pasien. (Arifin-ralita)

RADIORALITAFM.COM – PAMEKASAN, Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun baru (Nataru) 2022, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Haji Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan sebagai rumah sakit rujukan pasien covid-19 telah menyiapkan diri terhadap potensi lonjakan kasus wabah virus corona gelombang ketiga.

Ketua Satgas Penanganan Covid -19 RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat menuturkan, sebagai rumah sakit rujukan pasien covid-19, pihaknya telah menyiapkan diri sejak awal, baik dari SDM maupun Sarana dan Prasarana.

“Kami dari RSUD Smart sejak awal kami sudah 2 tahun menangani pasien positif, sebagai rumah sakit rujukan otomatis sudah sangat siap dan menyiapkan diri sampai sekarang, karena baik SDM maupun sarana dan prasarana faskesnya, kami sudah sangat siap,” tuturnya, Kamis (18/11/21).

Menurutnya, hal itu sebagai upaya antisipasi dini pencegahan penyebaran Covid-19 di bumi gerbang salam, sebab saat ini sudah mulai melandai, bahkan tidak ada pasien yang dirawat inap di RSUD Smart selama dua bulan terakhir.

Bahkan dokter spesialis paru itu menjelaskan, RSUD Smart telah mengundang tenaga kesehatan Rumah sakit Swasta yang sebelumnya tidak menerima pasien Covid-19, untuk dilatih dan dipersiapakan diri dengan bimbingan penanganan pasien-pasien covid, bila terjadi lonjakan kasus positif di libur natal dan tahun baru nanti. Sebab, berkaca pada bulan Juni-Juli 2021 lalu, lonjakan kasus positif meningkat pesat hingga banyak RSUD Rujukan over kapasitas dan banyak pasien covid tak tertangani hingga meninggal dunia.

“Beberapa hari lalu kami undang Nakes dan tim medis RS swasta, kami latih dan bimbing mereka cara memberi penanganan terhadap pasien positif Covid-19. Sehingga, jika nanti ada lonjakan atau ledakan kasus baru yang diperkirakan Desember Januari dan karena libur panjang, semua faskes, sudah harus siap,”.

“Oleh karena itu, kami senantiasa selalu mengajak berkolaborasi dan bekerjasama melawan Pandemi Covid 19. Sebab pandemi ini tidak bisa dilakukan secara sendirian, butuh kerjasama dan timwork untuk keluar dari dan bebas Covid-19,” sambung dia.

Menurut dr. Syaiful, bila berkaca pada bulan Juni-Juli lalu, lonjakan kasus Covid-19 meningkat pesat, RSUD Smart menyiapkan 106 bed, namun tetap tidak mampu menampung.

dirinya menambahkan, saat ini RSUD Smart menyiapkan 24 Bed khusus pasien Covid-19 yang stanbay dengan tenaga medisnya meskipun tak ada pasien sama sekali. Rinciannya, 20 Bad khusus pasien gejala ringan 4 bed khusus pasien covid gejala berat.

“Kami minta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, jangan abai dan lengah, sebab, pandemi belum usai, ikuti vaksinasi, agar terbentuk kekebalan kelompok masyarakat dan tidak mudah terpapar Covid-19,” tandasnya. (Arifin)