Mutasi Tiga Pejabat, Mas Tamam: Pemimpin Harus Lahirkan Terobosan Baru

Spread the love
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (kanan) menyerahkan SK Pelantikan kepada Kusairi (kiri) usai dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata di Peringgitan dalam Mandapa Agung Ronggosukowati, Rabu (24/11/21)

Radioralita.com – Pamekasan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam merotasi tiga pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan di Peringgitan Dalam Mandhapa Agung Ronggosukowati, Rabu (24/11/21).

Tiga pejabat yang dimutasi yakni Kasatpol PP dan Damkar Pamekasan, Kusairi dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Cahya Wibawa yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penaatan Ruang (PUPR) dimutasi menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Raden Mohammad Syaiful Amin dilantik menjadi Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dalam sambutannya, Bupati Baddrut Tamam berpesan agar para pejabat serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan tidak merasa jumawa dan tidak menilai sebelah mata tentang jabatan. Menurutnya, seluruh ASN di Pamekasan merupakan satu kesatuan dalam the dream team.

“Kalau ada kepala dinas yang merasa lebih hebat dari kepala dinas lain itu kuno, tidak berlaku di zaman sekarang,” kata Mas Tamam usai mengambil sumpah jabatan.

Baca Juga : Gelar CSR Award 2021, Mas Tamam Ajak Perusahaan Bergandengan Tangan Sejahterakan Masyarakat

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dua periode ini mengajak seluruh pejabat berkomitmen membangun kabupaten Pamekasan mampu bersaing dengan kabupaten/kota maju di Indonesia. Hal itu bisa ditunjukkan dengan melaksanakan program yang telah dicanangkan bersama secara serius untuk menuju Pamekasan Hebat. Pasalnya, setiap ASN sudah mendapatkan gaji dari negara sehingga harus memberikan kontribusi yang totalitas kepada negara.

Bupati Pamekasan (kanan) menyerahkan SK Jabatan kepada Cahya Wibawa (kiri) usai dilantik menjadi Kepala DLH

“Soal jabatan itu kan ibarat kumis palsu yang bisa dicopot kapan saja karena memang tidak ada kumis palsu yang istimewa,” tuturnya.

Bagi mas Tamam, istimewanya jabatan di struktural pemerintahan manakala seorang pejabat bisa membuat terobosan baru. Seorang pimpinan dinas harus mempunyai pola pikir yang kreatif serta mampu menunjukkan prestasi. Ia berpesan para pejabat tidak lengah dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Yang membuat kita terhormat itu ketulusan, komitmen untuk sungguh-sungguh berjuang memberikan yang terbaik demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, DLH dan Disporapar sebelumnya diisi oleh pelaksana tugas (PLT) kepala, sebab dua dinas tersebut kosong sejak pejabat sebelumnya dipindah tugas, yakni Mohammad Amin Jabir yang sebelumnya menjabat Kepala DLH dipindah tugas menjadi Kepala Pelaksana BPBD dan Muhamad yang sebelumnya Kepala Dispora, sekarang menjabat kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sementara, Posisi Kasatpol-PP dan Damkar serta Kadis PUPR kini kosong setelah dua dinas tersebut kepalanya dimutasi. (Arifin/ralita)