Dinilai Sukses Tanggulangi Covid-19, dr Syaiful Hidayat Raih dua Penghargaan di Madura Awards

Spread the love
dr Syaiful Hidayat saat memberikan sambutan pada acara Madura Awards setelah dinobatkan sebagai Tokoh terpopuler dan dukungan terbanyak

Radioralitadm.com, Pamekasan – Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo atau (Smart) Pamekasan dr Syaiful Hidayat dinobatkan sebagai tokoh pejabat terpopuler Madura pilihan pembaca di malam Anugerah Madura Awards 2021 Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Jum’at (3/12/21) malam.

Menginsipirasi

Anugerah tokoh terpopuler Madura pilihan pembaca ini dihitung dari jumlah ballot atau vote terbanyak yang masuk ke Jawa Pos Radar Madura dari semua kabupaten di Madura. Vote tersebut terhitung dari awal September hingga 30 November 2021.

Dari hasil penghitungan ballot yang dilakukan panitia pada 1 Desember 2021, dr Syaiful Hidayat ditetapkan sebagai tokoh penerima dukungan ballot terbanyak kategori pejabat dan dukungan ballot terbanyak dari semua kategori tokoh Madura Awards.

Dr Syaiful pun menerima dua penghargaan sekaligus. Pertama sebagai tokoh pejabat terpopuler se Madura, dia mengalahkan Kadispertahorbun Sumenep Arif Firmanto yang ada di posisi dua dan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Imang Job Marsudi di posisi tiga.

Kedua, sebagai tokoh penerima dukungan terbesar lintas kategori tokoh. Dr Syaiful Hidayat berhasil mengalahkan pemerolehan ballot istri Bupati Sampang sekaligus ketua TP PKK Sampang Mimin Hariyati yang dinobatkan sebagai perempuan inspiratif satu di Madura Awards.

Penghargaan berupa piagam, trofi dan uang tunai itu diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Madura Abdul Aziz kepada dr Syaiful Hidayat di aula kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) Sampang pada malam penganugerahan Jumat (3/12) malam.

Berjuang Melawan Covid-19

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua Nakes dan semua pihak yang berjuang melawan Covid-19 sejak awal 2020 lalu hingga saat ini,” terang dr Yayak sapaan akrabnya sambil memegang trofi dan piagam di depan para bupati, pejabat dan tamu yang hadir.

Dokter spesialis paru Pamekasan itu mengatakan, Pandemi Covid-19 memorak-porandakan hampir seluruh sektor kehidupan.

“Ekonomi macet. Pembangunan melambat dan proses pendidikan terganggu. Kita semua punya kewajiban yang sama untuk mengakhiri pandemi ini,” terangnya.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD Smart Pamekasan M Ridwan Santoso mengatakan, dr Syaiful layak mendapat vote tertinggi.

“Karena beliau didukung banyak pihak,” katanya.

Dia menerangkan, Cabang IDI, IBI dan PPNI Pamekasan kompak memberi dukungan. Kemudian sejumlah Nakes di empat kabupaten juga memberikan dukungan kepada dr Syaiful.

Garda Terdepan Menanggulangi Covid-19

“Dan, beliau layak karena selama ini berada di garda depan menanggulangi Covid-19 di Pamekasan, dan beliau kerjanya taktis dan bisa bergaul dengan siapa pun,” tandasnya.

Sebelumnya, dr. Syaiful Hidayat gencar melakukan gebrakan aksi penanganan pasien positif Covid 19 di Bumi Gerbang Salam.

Menurutnya, penanganan pasien positif Covid-19 butuh tenaga ekstra dari Nakes dan tim medis guna membantu warga yang terpapar.

Nol Pasien Covid 19 Selama 3 Bulan Terakhir

“Alhamdulillah, selama tiga bulan terakhir ini RSUD Smart Pamekasan sebagai rumah sakit rujukan pasien positif Covid-19 nol pasien,” ujarnya.

Pria yang juga aktif sebagai relawan Cahaya Ummat tersebut mengaku bersyukur, langkah taktis dan strategis yang dilakukan oleh dirinya bersama tim Satgas penanganan Pasien membuahkan hasil maksimal.

Menurutnya, meski sudah tidak ada pasien positif Covid-19 alias nol, namun pihaknya tetap menyiagakan petugas di masing-masing ruang isolasi.

Siagakan Petugas Nakes Penanganan Covid 19

“Kami tetap siagakan petugas, disamping juga melayani warga yang sakit biasa, kami siapkan 24 bed khusus pasien positif Covid-19, khusus gejala berat ada 4 bed, sedangkan gejala ringan hingga sedang 20 bed,” terangnya.

Lebih lanjut Yayak menjelaskan, kesiapan para Nakes yang ditugaskan tersebut mengantisipasi adanya lonjakan kasus gelombang ketiga menjelang hari raya Natal dan tahun baru 2022.

Bahkan, pihaknya telah melatih sejumlah Nakes dari rumah sakit swasta untuk penanganan pasien positif Covid-19. Sebab, belajar dari kasus bulan Juni-Juli yang terjadi lonjakan kasus Covid-19 begitu banyak korban hingga meninggal dunia, lantaran banyak pasien tak tertolong dan tidak tertangani.

“Kita ingat, bulan Juni-Juli lalu terjadi ledakan kasus luar biasa, sampai harus bangun tenda darurat khusus pasien positif Covid-19, sementara RS swasta tidak melayani dengan alasan tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang penanganan pasien positif, makanya kami undang untuk diberikan pelatihan, sehingga jika terjadi lonjakan kasus lagi, sudah siap, namun kita berharap tidak ada lagi, sebab saat itu banyak yang meninggal dunia karena tidak tertangani dan tidak tertolong disebabkan over kapasitas,” ungkapnya.

Patuhi Prokes dan Vaksinasi

dr. Syaiful Hidayat mewanti-wanti mengingatkan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, minimal dengan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Bahkan, ia mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi yang belum vaksin.

“Kami butuh kerjasama dengan semua pihak, masyarakat wajib Patuhi Prokes, jangan lengah dan mari vaksin yang belum divaksin. Silahkan datang ke gerai vaksinasi yang sudah disiapkan oleh Pemkab Pamekasan,” tukasnya. (Arifin)